JAKARTA – Senior Portfolio Manager – Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Syuhada Arief melihat sepanjang paruh pertama 2025 – dengan segala perkembangan yang terjadi – pasar obligasi domestik sangat gesit bertahan dan kinerjanya terus melaju.
Dinamika makroekonomi global dan domestik tetap suportif bagi pasar obligasi.
Meningkatnya preferensi pada aset di luar AS, pelemahan USD, serta outlook turunnya FFR dan BI Rate mendukung minat terhadap pasar obligasi Indonesia.
Ekspektasi siklus penurunan suku bunga ini pun sebenarnya masih berlanjut di 2026, sehingga hal ini semakin mendukung daya tarik pasar obligasi ke depannya.
Komitmen pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal (defisit <3% dari PDB) juga merupakan faktor positif, seperti misalnya tercermin dari lembaga pemeringkat S&P yang bulan Juli lalu mengafirmasi rating ‘BBB’ dengan outlook stabil, mengindikasikan persepsi positif investor terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Secara singkat sebagai kesimpulan, outlook pasar obligasi sampai akhir tahun ini masih positif.
Mengenai pengelolaan portofolio, saat ini dia menyarankan fokus pada obligasi tenor pendek sampai menengah, ditopang keyakinan bahwa baik The Fed dan BI akan menurunkan suku bunga acuan di paruh kedua 2025 ini.













