Pabrik ini yang diperkirakan akan rampung pada pertengahan 2014, akan membutuhkan sekitar 70,000 metrik ton biji kakao untuk memproduksi berbagai produk untuk kebutuhan pasar Asia. Hasil dari produksinya akan berbentuk bubuk, cairan dan lemak kakao (butter), termasuk produk bubuk premium kakao Gerkens.
Sejak kami beroperasi tahun 1995, saat ini Cargill memiliki dua lokasi pembelian bahan baku biji kakao yaitu di Makassar dan Palu, dan nanti saat pabrik baru ini beroperasi. , Cargill akan melipat gandakan pembelian biji kakao dari petani untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam negeri, yang memberikan kesempatan kepada petani kecil untuk memasarkan hasil panen. “Melalui kerja sama dengan petani kecil, pelanggan dan pemerintah daerah untuk menghidupkan industri kakao Indonesia di masa depan. Hubungan kami dengan petani kakao telah terjalin selama bertahun-tahun, di sejumlah Negara dan wilayah di luar Indonesia,” pungkasnya. **can














