“Harapan saya, Musancab segera dilaksanakan nantinya jika AD/ART selesai. Hal ini diperlukan agar roda organisasi dapat berjalan maksimal. Banyak kerja-kerja politik yang mesti kita kerjakan dalam lima tahun ke depan agar cita-cita besar partai yang tertuang dalam AD/ART terimplementasikan dengan baik,” ujarnya.
Franky mengaku merasa punya tanggung jawab sebagai kader PDI-P dengan mendorong dilaksanakannya Musancab.
“Selaku putra asli Belu NTT saya punya kewajiban dan tanggung jawab agar PDI-P sebagai partai tempat kita bernaung dapat menjadi partai yang dicintai masyarakat NTT khususnya masyarakat Kabupaten Belu, itulah alasan saya mendorong agar Musancab segera dilaksanakan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Franky juga mengaku siap jika dirinya diminta menjadi ketua PAC PDI-P Belu nantinya yang saat ini kosong.
“Sebagai kader partai saya selalu siap kapanpun partai menugaskan atau meminta saya termasuk meminta untuk menjadi ketua PAC. Ini adalah bentuk kecintaan saya dan loyalitas kepada partai,” tegasnya.
“Dan pastinya juga harus melalui mekanisme yang diatur dalam AD/ART yang sudah digariskan partai,” ujar dia.
Lebih lanjut Franky menyatakan, bila dirinya terpilih sebagai ketua PAC Belu bercita-cita untuk mengaktualisasikan nilai-nilai partai secara totalitas. “Nilai-nilai partai yang saya pahami dan saya anut selama ini akan saya ejawantahkan ditengah masyarakat nantinya. Prioritas saya nantinya ingin membangun masyarakat Belu mulai dari ekonomi kreatifnya, pertaniannya, peternakan, pariwisata serta menghidupkan dan melestarikan seni dan budaya asli Belu. Melestarikan seni dan budaya sebagai wujud menjaga kultur asli masyarakat Belu,” tegasnya.















