Akan tetapi, pada tahun 2023 terdapat peningkatan biaya beban usaha, terutama dari biaya penyusutan perseroan.
Akibatnya, Perseroan mengalami kerugian Rp5,53 miliar pada 2023.
Padahal pada tahun 2022 Perseroan membukukan laba bersih Rp4,47 miliar pada 2022.













