JAKARTA-Pemerintah meyakini program padat karya cash yang dilaksanakan pada 2018 bisa menggenjot daya beli masyarakat di semua sektor. Setidaknya bisa mengangkat masyarakat kelas bawah. “Yang ini merupakan proyek real, apalagi Proyek Padat Karya cash di seluruh desa yang menjadi agenda utama presiden,” kata anggota Komisi XI DPR Donny Imam Priambodo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/1/2018).
Donny tak membantah program ini mampu untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Namun daya beli tersebut naik hanya pada wilayah tertentu saja, belum meluas. “Kalau di tingkat nasional ya belum, mungkin sektoral saja di daerah dimana kegiatan itu berlangsung,” ujarnya.
Lebih jauh anggota Fraksi Nasdem menjelaskan efek dominon dari padat karya cash ini cukup banyak. Sehingga bisa menggerakan sektor lainnya.
Disisi lain, Donny mengakui gelaran Pilkada serentak dan pertemuan IMF-World Bank yang berlangsung pada 2018 akan memberikan pengaruh positif terhadap perekonomian nasional. Bahwa agenda – agenda besar tersebut memang akan menggerakkan ekonomi salah satunya ialah daya beli masyarakat. “Karena penjualan souvenir dan lain – lain di Asian Games. Pilkada juga sama, banyaknya kampanye yang perlu alat peraga kampanye pasti akan membuat roda ekonomi berputar. Tentunya bisa juga meningkatkan daya beli,” paparnya.













