Otomatis imbal hasil, bunga harus naik.
Akibatnya pandemi makin mencekik keuangan negara negara sengsara tersebut.
Debt collector tak mengenal kompromi. Kalau tidak bisa bayar utang maka peringkat utangnya makin ditekan.
Konsekuensinya negara tak menerima aliran uang untuk membiayai pandemi lebih lanjut.
Jadi ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah yang dialami negara super sengsara sekarang ini.
Dua tahun ini pemerintah Indonesia memang sedikit diuntungkan, karena walaupun dihajar debt collector namun pemerintah masih bisa memakai dana Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dana Haji, dana Jamsostek, dana Taspen, Dana BPJS, dan dana perbankkan dan perusahaan asuransi untuk menolong APBN .
Namun tahun tahun ke depan seiring dengan eskalasi pandemi yang terus meningkat, obat covid belum diumumkan secara terus terang kepada publik.
Maka tekanan kepada APBN akan membuat pemerintah sesak nafas. Debt collector akan datang dari dalam dan dari luar negeri.
Mereka akan berbaris di halaman depan Istana. Ini akan membuat pemerintahan depresi dan stres , Imun akan turun dan siap siap dibawa ke ICU.
Oleh karenanya menjadi fokus pemerintah adalah mengerahkan kekuatan penuh untuk mencari obat covid dan mengakhiri pandemi.














