JAKARTA-Panja Asuransi Jiwasraya bertekad secepatnya menyelesaikan tugas kerjanya terutama penyelesaian kasus gagal bayarnya BUMN asuransi tersebut.
Kalangan DPR sendiri mematok bisa bekerja dalam tempo dua kali masa sidang DPR.
“Kita berharap Panja ini bisa rampung dua kali masa sidang selesai. Makanya, sejak kemarin hingga hari ini sudah kerja. Hari ini RDP perdana dengan pakar ekonomi,” kata anggota Komisi VI DPR Achmad Baedowi sebelum rapat Panja dimulai, Jakarta, Selasa (28/1/2020).
Diakui Awi-sapaan akrabnya, kemungkinan besar kerja Panja Jiwasraya dalam satu masa sidang ini akan molor, alias tidak akan selesai. Hal ini, karena kerja dan agenda Komisi IV DPR juga cukup banyak.
“Besok (Rabu/29/1/2020), Raker dengan Meneg BUMN Erick Tohir, termasuk Direksi Jiwasraya, kita tanyakan pendapatanya soal penanganan dan penyelesaian Jiwasraya,” terangnya.
Selain itu, lanjut anggota Fraksi PPP, Panja Jiwasraya juga akan akan memanggil orang-orang yang dianggap mengetahui kasus tersebut.
“Yakni jajaran Direksi Jiwasraya (lama), termasuk yang jadi tersangka. Kita akan koordinasi dengan komisi terkait supaya bisa dihadirkan, termasuk Menteri BUMN lama (Rini),” paparnya lagi.
Awi tak membantah kemungkinan Panja juga akan memanggil Meneg BUMN sebelum Rini. Hal ini melihat hasil audit BPK yang menunjukkan bahwa Jiwasraya bermasalah sejak 2006.















