“Kami berharap kawasan Pantai Binongko bisa menjadi model integrasi wisata yang inklusif dan berdaya saing. Tidak hanya indah secara visual, tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, spiritualitas, dan keberlanjutan,” Kata Marhen.
kegiatan ini juga diisi dengan beberapa agenda lainnya yang merupakan bentuk implementasi nyata komitmen seluruh pihak terhadap pengembangan wisata berkelanjutan dan inklusif di Kawasan Pantai Binongko.
Beberapa agenda tersebut meliputi:
* Pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih, yang melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, komunitas lokal, dan instansi pemerintah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab di kawasan wisata.
* Serah terima sarana dan prasarana pendukung wisata, berupa: 6 unit meja Pantai, 4 unit payung Pantai, 20 unit kursi Pantai, 1 unit signage petunjuk arah Pantai Binongko, 1 unit kedai gerobak.
Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung dan meningkatkan kenyamanan pengunjung serta mendukung pengelolaan destinasi yang lebih tertata dan menarik, sekaligus memberdayakan pelaku usaha lokal melalui penyediaan fasilitas usaha kecil di kawasan wisata.















