JAKARTA-Komitmen pemerintah untuk terus melakukan reformasi di structural reform melalui paket kebijakan ekonomi Jilid I,II dan III berdampak positif kepada ekspektasi orang.
Hal ini terlihat semakin banyak orang yang menjual dolar-dolar yang mungkin selama ini menumpuk dolar untuk spekulasi.
”Kami mengapresiasi paket kebijakan ekonomi pemerintah ini. Kami juga melihat kebijakan di paket kedua yang untuk menambah suplai valas di pasar spot dan suplai valas di pasar forward ini juga sudah terlihat efeknya,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, seperti dikutip dari situs resmi pemerintah di Jakarta, Kamis (8/10).
Menurut Mirza, membaiknya situasi pasar keuangan dalam beberapa hari terakhir sebagaimana terlihat dari menguatnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS, merupakan gabungan dari faktor eksternal dan faktor domestik.
Faktor eksternal jelasnya, angka-angka ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan agak sedikit melemah, terutama di angka unemployment-nya sehingga konsensus dari kenaikan suku bunga AS sekarang ini mulai bergeser.
Yang tadinya dikhawatirkan kenaikannya mungkin bulan Oktober mungkin bulan Desember sekarang bergeser mungkin di kuartal satu bahkan mungkin di kuartal dua.















