JAKARTA-Sejumlah partai politik (parpol) pendukung Koalisi Merah Putih (KMP) memilih membelot dari barisan oposisi lalu bergabung dengan koalisi parpol pendukung pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pengamat politik Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menilai “mutasi” besar-besaran partai yang berasal dari KMP terjadi karena sistem “koalisi” sudah tak relevan lagi di DPR. Apalagi, terus memelihara koalisi tidak akan memberi keuntungan politik apapun bagi partai-partai. “Citra koalisi sudah sangat jelek di mata publik. Sisi lain, keperluan jangka pendek yang ingin dicapai oleh anggota koalisi sudah terjawab,” jelas Lucius di Jakarta, Sabtu (9/1).
Dan pada saat yang sama ujar Lucius, partai-partai realistis dengan waktu. “Juga kebutuhan mendesak terkait persiapan dan konsolidasi masing-masing untuk mempersiapkan even politik ke depan,” tuturnya.
Menurutnya, satu-satunya bekal yang menjamin aktifitas partai adalah modal. Hal ini menjadi kebutuhan paling mendesak dan realistis yang dihadapi partai-partai. Apalagi waktu untuk mencari modal sangat pendek. “Hanya di tahun 2016 ini. Tahun yang akan datang mereka sudah mesti berjibaku dengan Pilkada dan tahun 2018 sudah harus siap Pileg,” tegasnya.














