Dia menjelaskan kebutuhan akan modal tidak bisa didapatkan di DPR. Hanya pemerintah yang mempunyai dana besar karena merupakan pengelola anggaran.
Oleh karena itu wajar jika partai-partai KMP berpindah halaman dari memusuhi pemerintah menjadi pengikut pemerintah. Mereka memerlukan modal sehingga menjadi penting untuk mendesak reshuffle. Dengan memegang kendali atas departemen tertentu, partai bisa mendapatkan celah untuk mengambil jatah demi partai. “Itulah motivasi utama yang menggerakkan perekonomian partai-partai yang pindah ke pendukung pemerintah,” imbuhnya.
Dia menegaskan, parpol-parpol ini memang sangat oportunis dan pragmatis. Hampir pasti tak ada alasan idealisme partai untuk bekerja demi kepentingan rakyat. “Mereka tak peduli dengan kawan seperti Gerindra karena saatnya berjuang sendiri-sendiri untuk mempersiapkan partai menyongsong kontestasi pemilu selanjutnya,” jelasnya.














