JAKARTA-Peta politik Indonesia terus bergerak usai rilis hasil hitung cepat pemilihan umum legislatif (pileg) 2014. Antar partai politik mulai saling menjajaki untuk koalisi menyambut pemilihan umum presiden (pilpres) yang akan digelar Juni mendatang. Koalisi dilakukan karena berdasarkan hasil hitung cepat tidak ada parpol yang berhasil meraih lebih dari 20 persen suara dalam pileg.
Pengamat Politik, Arbi Sanit mengatakan, ada dua konsep dalam koalisi yaitu koalisi karena multi partai dan koalisi untuk pencapresan atau pemerintahan. “Menurt saya akan ada dua lokomotif yang akan maju pada Pilpres nanti, yaitu PDI Perjuangan dan Gerindra. Untuk PDI Perjuangan akan berkoalisi dengan PKB, NasDem, Demokrat, dan PAN. Sedangkan Gerindra akan berkoalisi dengan PPP, Hanura, Golkar, dan PKS,” ujarnya.
Arbi Sanit menambahkan dari urutan tiga besar PDI Perjuangan, Golkar dan Gerindra, yang paling mungkin mengajukan capres adalah PDI Perjuangan dan Gerindra. “Menurut saya, jika Golkar ingin tetap maju, maka yang paling pantas adalah sebagai cawapres. Karena capres dari PDI Perjuangan dan Gerindra sangat kuat,” tambahnya.
Untuk kemungkinam pasangan capres dan cawapres, Arbi Sanit menilai Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) adalah pasangan yang punya kemungkinan memenangkan pilpres. “Namun jika pasangan itu terbentuk, Jokowi atau Megawati Soekarno Putri harus membuat kontrak politik dengan JK, bahwa nanti semua keputusan ada pada Jokowi. Kedua pasangan ini akan saling melengkapi, Jokowi memiliki popularitas tapi tidak bisa memainkan elit nasional dan urusan luar negeri, sementara JK memiliki kemampuan untuk itu,” paparnya.












