JAKARTA-Pasar otomotif Untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya dinilai tidak akan terpengaruh dengan hadirnya Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT). Rencanya MRT akan beroperasi secara komersial pada Maret 2019. “Tentunya penjualan otomtoif akan bergantung pada pertumbuhan ekonomi, juga pendapatan per kapita,” kata
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto, Jakarta, Kamis (21/2/2019).
Jongkie menjelaskan kehadiran sistem transportasi umum tidak akan mempengaruhi penjualan produk otomotif, namun bisa jadi mengubah pola masyarakat dalam menggunakan kendaraannya. “Bukan tergantung pada sistem transportasi,” ujarnya.
“Saya melihat di negara dengan sistem transportasi mapan, dengan angkutan massal yang sudah baik misalnya Singapura sampai Hong Kong melalui jaringan bus, LRT, MRT, hingga monorail, penjualan mobil mereka tidak berkurang,” kata Jongkie.
Menurut Jongkie, pendapatan masyarakat merupakan faktor utama yang mempengaruhi penjualan produk otomotif. Sedangkan kehadiran transportasi umum yang baik layaknya negara maju, justru memudahkan mobilitas masyarakat saat hari kerja, dan mereka bisa menggunakan kendaraan pribadi saat akhir pekan. “Jika pendapatannya meningkat, maka mereka akan tetap membeli mobil,” papar Jongkie. “Kalau pendapatannya termasuk golongan mampu beli, saya yakin mereka tetap membeli.”
“Tapi yang bisa berubah adalah penggunaannya. Jika Senin sampai Jumat pakai angkutan massal, nanti akhir pekan pakai mobil bersama-sama keluarga, entah makan bareng atau kemana pun sesuai kebutuhan,” kata Wakil Presiden Komisaris PT Hyundai Mobil Indonesia itu.














