JAKARTA-Tahun 2020 merupakan tahun yang menantang bagi Indonesia. Sempat ditargetkan mencapai angka di atas lima persen hingga awal tahun ini, pertumbuhan ekonomi terhambat akibat pandemi Covid-19 yang melanda pada awal Maret lalu.
Pada era kenormalan baru, berikut pandangan para pakar seputar kondisi ekonomi dan politik Indonesia terkini dalam menghadapi situasi pandemi serta memulihkan ekonomi dalam acara virtual DBS Asian Insights Conference 2020 yang bertajuk “Navigating a Brave New World” (15/7).
Dalam acara ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengatakan Covid-19 memiliki dampak berganda. “Pandemi Covid-19 tidak hanya kondisi darurat kesehatan, tetapi juga ekonomi, dan bahkan ada beberapa negara yang telah memasuki kondisi darurat sosial serta politik.”
Dalam acara yang diinisiasi oleh PT Bank DBS Indonesia ini, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menuturkan bahwa Covid-19 memiliki risiko yang relatif tinggi dan harus segera dimitigasi.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia harus bersiap akan adanya tantangan yang lebih besar bagi perekonomian nasional, “Ini adalah kenormalan baru di tengah pandemi.” Sehingga, meski besar tantangan yang dihadapi, perlu dipastikan bahwa Indonesia tidak terjerembab ke jurang krisis.














