Adapun strategi pertama ialah tetap menyeimbangkan penyebaran investasi Pulau Jawa dan luar Jawa. Ia melihat terdapat peluang besar terkait pemerataan investasi di Indonesia.
“Enam tahun terakhir, baru kali ini realisasi investasi di luar jawa hampir berimbang dengan Jawa. Jawa kurang lebih sekitar 51,4% sementara luar Jawa sekitar 48,6%,” ujarnya.
Bahlil mengatakan ini disebabkan oleh pembangunan infrastruktur di luar Jawa yang saat ini perlahan mulai mendukung iklim investasi.
Ia mencontohkan Sulawesi Utara dan Maluku Utara, mampu menjadi lima besar provinsi yang menjadi tujuan investasi.
Selain itu, BKPM juga tak hanya melayani investasi besar, tapi juga investasi kecil di seluruh daerah. Hal terpenting yang menjadi fokus saat ini ialah realisasi investasi yang menghasilkan produk substitusi impor guna meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Dalam proses pemulihan ekonomi, pemerintah daerah pun turut hadir. Jawa Barat optimis menjadi provinsi pertama yang mampu pulih.
“Kami optimis melalui langkah-langkah pemulihan maka ekonomi Jawa Barat akan tumbuh 2-3% di bulan Desember 2020,” tegas Ridwan Kamil.
Terdapat tujuh peluang ekonomi di tengah pandemi ini, salah satunya adalah penerapan ekonomi dan industri yang berkelanjutan.














