Tidak hanya karena ramainya pengunjung yang datang berbelanja di TM Thamrin City yang membuat omzet pedagang meningkat, tetapi juga bahwa berinvestasi di TM Thamrin City menguntungkan para pedagang. Hal ini dikarenakan TM Thamrin City yang berada di Pusat Kota Jakarta yang merupakan tempat perputaran ekonomi Indonesia. Ini terbukti dengan hanya beberapat tahun berusaha di TM Thamrin City, Mira sudah memiliki sebanyak 7 toko.
Mira menjelaskan, usai lebaran ini, para pengunjung yang datang berbelanja umumnya mencari baju batik untuk keperluan acara pesta atau untuk kantor. “Baju batik bisa dipakai untuk acara resmi, pesta maupun kantor, jadi walaupun sudah bukan momen untuk berlebaran ternyata kebutuhan baju batik masih menjadi prioritas.” jelas Mira yang makin optimis berbisnis batik.
Disaat ramai belanja Mira mengakui omset yang diperoleh toko Murni Asih bisa mencapai Rp 1 Miliar dalam sebulan. “ Kalau lagi ramai bisa mencapai omset Rp 1 miliar dalam satu bulan, Alhamdulillah ramainya selalu ada pembeli yang sudah berlangganan dari daerah-daerah untuk dijual kembali atau untuk pesanan seragam,” ungkapnya.
“Motif batik Solo masih menjadi pilihan motif yang banyak digemari saat ini, dari motif sogan klasik sampai motif modern dengan pewarnaan yang berani , dan jenis-jenis batikpun bervariasi penggemarnya, ada yang senang dengan batik tulis, batik campuran tulis dan cap, batik cap sampai dengan batik printing, semua masih banyak penggemarnya sesuai dengan selera batiknya,” Pungkas Mira dengan semangat.














