VATIKAN-Paus Fransiskus mengajak pemimpin dan masyarakat olah raga untuk melawan diskriminasi yang terjadi dalam dunia olahraga dan sekaligus mengajak masyarakat olahraga untuk melawan korupsi yang terjadi di dunia olah raga.
Selain itu, pimpinan tertinggi Umat Katolik itu juga menegaskan dimensi keterbukaan dari dunia olah raga dengan merangkul semua orang tanpa perbedaan.
Pernyataan itu diungkapkan Paus Fransiskus dalam pidato pembukaan Konferensi Dunia Olahraga & Kepercayaan Se-Dunia dengan thema Olahraga untuk Pelayanan Kemanusiaan (Sport At The Service of Humanity The First Global Conference on Sport & Faith) di Aula Paulus ke VI, Vatikan, Rabu (5/10).
Konferensi yang akan berlangsung selama tiga hari itu, seperti yang dilaporkan oleh Pastor Markus Solo Kewuta SVD dari Vatikan, dihadiri oleh Sekjen PBB Ban Ki-Moon, Ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach, ikon sepak bola Italia Alessandro del Piero, para atlit dan para pemuka agama.
Menurut Pastor Markus Solo, dalam pidatonya Paus menyatakan bahwa merupakan kepedihan yang sangat bagi olahraga dan kemanusiaan jika masyarakat tidak dapat mempercayai lagi hasil dari olahraga.
Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap olahraga akan menghilangkan antusiasme atau kegembiraan serta menyurutkan partisipasi masyarakat dalam olah raga.












