Sebelum wafat, Paus Fransiskus sempat dirawat di Rumah Sakit Poliklinik Agostino Gemelli, Roma sejak pada hari Jumat, 14 Februari 2025, dan keluar 38 hari kemudian.
Ketika itu, dokter mengatakan Paus Fransiskus menderita pneumonia bilateral.
Tanggal 18 Februari dokter mengatakan, kondisi Paus berangsur-angsur memburuk.
Menurut catatan kesehatan pihak Vatikan, pada tahun 1957, di awal usia 20-an, Jorge Mario Bergoglio menjalani operasi untuk mengangkat sebagian paru-parunya yang terkena infeksi pernapasan parah. Seiring bertambahnya usia, Paus Fransiskus sering menderita penyakit pernapasan. Bahkan membatalkan rencana kunjungannya ke Uni Emirat Arab pada bulan November 2023 karena influenza dan radang paru-paru.
“Papal Interregnum”
Setelah seorang paus wafat, ada masa yang disebut sebagai “Papal Interregnum”.
Yakni, periode antara wafatnya seorang paus dan pemilihan paus lainnya.
Jadi masa “Papal Interregnum” kali ini dimulai ketika Fransiskus meninggal pada hari Senin, hingga nanti seorang Paus baru terpilih.
Di masa itulah, para kardinal kini harus memutuskan kapan tepatnya pemakaman dapat dilaksanakan, dan setelah itu, kapan konklaf dapat dimulai.
Namun, sebagian besar jadwal telah ditentukan sebelumnya.













