
Menurut Monsignor Diego Ravelli seperti dikutip L’Osservatore Romano bahwa penyederhanaan ini bertujuan “untuk lebih menekankan bahwa pemakaman Paus Roma adalah pemakaman seorang gembala dan murid Kristus, bukan pemakaman seorang manusia berkuasa di dunia ini.”
Lebih 59 Negara
Sejak dipilih menjadi Paus, pada tanggal 13 Maret 2013, Paus Fransiskus belum pernah mengunjungi negaranya, Argantina.
Malahan, Brasil, tetangga Argentina adalah negara pertama yang dikunjungi Paus.
September tahun lalu, Paus Fransiskus melakukan perjalanan paling panjang sejak memegang Takhta Kepausan.
Ia mengunjungi empat negara Asia-Pasifik: Indonesia, PNG, Timor Leste, dan Singapura, dengan menempuh jarak 32.814 kilometer.
Ini adalah merupakan perjalanan ke luar negeri yang ke 45 kalinya, ke lebih dari 59 negara.
Selama masa kepausannya, termasuk yang pertama oleh seorang paus ke Irak, Uni Emirat Arab, Myanmar, Makedonia Utara, Bahrain dan Mongolia.
Ketika berkunjung ke Irak, Paus Fransiskus bertemu dengan Grand Ayatollah Ali Sistani, otoritas tertinggi Islam Shiah di Irak.
Paus Fransiskus mencintai gerakan persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama, dan tidak ada simbol toleransi beragama yang lebih baik di awal perjalanannya selain “Terowongan Persahabatan” bawah tanah yang menghubungkan masjid utama Istiqlal di Indonesia dengan Katedral Maria Assumpta, Jakarta.














