Mengingat efektivitas penggunaan barcode tersebut, PPLN Singapura akan kembali menerapkan penggunaan barcode pada pemilihan Presiden bulan Juli mendatang. Penggunaan barcode pada Pemilu legislatif tersebut dapat meregistrasi pemilih dalam hitungan detik, sehingga rata-rata waktu yang dibutuhkan para pemilih sekitar 10-15 menit dari saat memasuki gerbang KBRI hingga selesai melakukan pencoblosan. “Pada saat pemilihan Presiden mendatang, PPLN akan kembali menerapkan barcode dan menambah meja registrasi untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pemilih,” ujar Mirza.
Sementara itu, juru bicara KBRI Singapura Simon D.I. Soekarno menyampaikan harapan agar warga Indonesia di Singapura akan lebih banyak berpartisipasi dalam Pilpres bulan Juli mendatang mengingat lancarnya pelaksanaan Pemilu legislatif pada tanggal 6 April 2014 dan para pemilih tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mencoblos. “KBRI akan membantu PPLN Singapura secara penuh dengan melakukan berbagai program sosialisasi, baik melalui media sosial maupun media lainnya agar lebih banyak pemilih yang berpartisipasi dalam Pilpres mendatang,” ujarnya.












