Tak hanya itu PDI Perjugan juga mengingatkan bahwa dalam waku dekat juga akan dilakukan negosiasi terhadap penguasaan blok-blol minyak, gas, batubara, dan berbagai mineral lainnya. Persoalan Freeport dipastikan mengundang berbagai kepentingan untuk masuk.
Untuk itu, para pembantu Presiden harus paham untuk melindungi Presiden dari berbagai pengaruh tersebut. “Disinilah pentingnya nasionalisme bagi seluruh pembantu Presiden,” tegasnya.
Dia menjelaskan mengutamakan kepentingan nasional harus menjadi credo bagi seluruh pembantu Presiden. “Memiliki warga negara ganda akan merancukan dedikasi warga negara Indonesia terhadap bangsa dan negara,” terangnya.
PDI Perjuangan juga mencermati ada pihak-pihak tertentu yang secara sengaja menempatkan Presiden dalam posisi yang sulit sehingga tidak melakukan pengecekan dengan seksama ketika calon-calon menteri dibahas pada reshuffle II. “PDI Perjuangan meyakini bahwa Presiden akan konsisten menjalankan perintah konstitusi dan melaksanakan UU Kewarganegaraan dan UU Kementrian Negara dengan selurus-lurusnya,” pungkasnya.












