Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu daerah tertinggal yang memiliki risiko bencana banjir dan longsor tinggi, untuk itu dalam upaya pengurangan risiko bencana, kehadiran perangkat peringatan dini bencana menjadi penting untuk mengetahui kondisi cuaca, tingkat intensitas hujan dan level air. “Sistem ini merupakan salah satu solusi efektif dalam upaya mitigasi mengurangi korban jiwa akibat banjir dan longsor,” ungkap Hasman Maa’ni, Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana, Kemendes PDTT.
Serahterima dilakukan di Kantor BPBD Kabupaten Pasaman Barat dan dihadiri oleh Staff Khusus Menteri Desa PDTT, Febby Dt Bangso, Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana, Kemendesa PDTT, Hasman Ma’ani, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Pasaman Barat. ***














