Niken menambahkan, outlook JSMR akan kembali direvisi menjadi ‘Stabil’, apabila pengurangan utang belum bisa memperbaiki struktur permodalan secara signifikan.
Selain itu, jika aksi korporasi tertunda karena kondisi pasar atau jika pandemi yang berkelanjutan mengurangi volume arus lalu lintas secara signifikan.
Dia menambahkan, prospek peringkat JSMR juga akan dikoreksi kembali menjadi ‘Stabil’, apabila perusahaan menambah jumlah utang yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan sebelumnya, karena bisa melemahkan proteksi arus kas perseroan.














