Selain itu juga tentang tips mengeksekusi pembelian nama domain dan mengkoneksikannya dengan website yang sudah dibangun, pembuatan media chat di dalam website bisnis untuk membangun komunikasi dengan customer, hingga pembuatan konten video produk.
“Perkembangan teknologi ditambah dengan adanya pandemi COVID-19 ini, menuntut pelaku kreatif mampu memanfatkan media digital secara optimal untuk mempromosikan produknya. Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal pelaku kreatif dalam menghadapi kondisi new normal yang akan terjadi setelah pandemi selesai,” ujar Frans Teguh.
Pelatihan HomeCreativepreneur menyasar individu dan atau komunitas yang berasal dari 5 DSP, 10 kab/kota kreatif, dan sentra kreatif yang ada di desa wisata maupun destinasi wisata seluruh Indonesia.
Syarat mengikuti pelatikan ini diantaranya adalah dapat mengoperasikan komputer, memiliki produk, serta berusia antara 20-45 tahun. Berdasarkan hasil seleksi, sebanyak 100 peserta dinyatakan lolos dan akan mengikuti pelatihan secara daring.
Program yang digelar melalui bekerja sama dengan Primal.id ini dilaksanakan selama dua bulan dengan satu bulan pelatihan (teori dan praktik) serta satu bulan pendampingan. Di setiap pertemuan, peserta akan mendapat tugas yang kemudian dievaluasi oleh narasumber yang diharapkan dapat membantu peserta memahami cara membuat website.













