Kota-kota besar di AS memiliki selera-selera yang niche dan bisa selaras dengan produk-produk dari Indonesia.
“Contohnya, New York, Los Angeles, dan Chicago. Masyarakat Chicago suka sekali dengan makanan etnik, otentik, dan berkualitas tinggi seperti buatan Indonesia,” tambah Sade.
Indonesia, lanjut Sade, dikenal di AS untuk produk mamin berupa rempah, kelapa, kopi, rumput laut, dan hasil-hasil laut berkualitas tinggi.
Selain itu, tren konsumen di AS saat ini condong tertarik dengan makanan sehat, keberlanjutan, bahkan halal.
Untuk bisa memasuki pasar AS, produk-produk Indonesia perlu mempertimbangkan strategi pemasaran dan distribusi yang ketat.
“Kerja sama dengan pemasok (offtaker) dan pembeli yang tepat menjadi kunci, termasuk bekerja sama dengan distributor lokal untuk memanfaatkan perniagaan elektronik,” kata Sade.
Sementara itu, Atase Perdagangan Washington DC Ranitya Kusumadewi mengatakan, pasar AS punya karakter yang sangat beragam.
Keberagaman dan konsumen yang terbuka dengan berbagai produk menjadikan pasar AS sangat kompetitif dan menuntut inovasi.
“Dengan kompetisi yang tinggi ini, pasar AS menjadi pusat inovasi. Produk yang tidak bisa berinovasi tidak akan dapat bersaing,” ungkap Ranitya.















