Lebih jauh Sumanto menyatakan, pihak RW 016 Kelurahan Poris Plawad Indah Kecamatan Cipondoh juga tidak memberikan rekomendasi pembangunan Supermarket ini. “Kalau tidak ada rekomendasi harusnya jangan diterbitkan IMB dulu, kita akan pertanyakan hal ini kepada Pemkot Tangerang,” katanya.
Dalam aksi tersebut warga sempat melakukan orasi dan melakukan penyegelan dengan spanduk yang berisi tulisan penolakan warga terhadap pembangunan supermarket tersebut.
Aksi ini sempat membuat macet Jalan KH Hasyim Ashari karena mengundang perhatian warga yang lewat. “Jika tidak ada tanggapan dari pihak pengelolah dan Pemkot Tangerang. Warga akan melakukan aksi blokir jalan pada hari Jumat nanti,” ancam warga dalam orasinya.
Lebih jauh warga menyatakan meminta pengelolah untuk mengubah site plane dengan memindahkan gedung genset dan tempat sampah agar tidak menempel dengan dinding batas perumahan Taman Royal 2 khususnya Cluster Pajajaran.
Dalam aksi damai ini sempat dihalangi petugas keamanan proyek pembangunan yang bernama Roni. Karena merasa keberatan dengan aksi warga. Beruntung tidak terjadi tindakan anarkis warga karena beberapa aparat kepolisian turun mengamankan aksi warga. Akibat dari aksi warga ini tampak pembangunan supermarket tersebut terhenti. Karena pintu pagar project terlihat dikunci dari dalam. Sementara terlihat tidak ada satu pun pekerja yang terlihat melakukan aktifitas.














