Bahkan, Fahri melihat kesenjangan ekonomi terjadi yang melebar dan terus melebar, termasuk, pembelahan akibat pilihan politik pun terjadi yang ironisnya, negara menjadi aktor pemicu pembelahan. Isu radikalisme dan ekstrimisme adalah strategi kaum populis di pra-pertarungan elektoral Eropa dan Amerika sekarang ini akan di ujicobakan.
“Di Asia, juga Indonesia. rakyat menderita. Maka itulah, rakyat hari ini butuh makan, sandang dan pangan. Juga butuh kepastian dan harapan, mereka ingin diperhatikan layaknya manusia yang beradab dan merdeka di negeri yang kaya raya ini,” katanya sambil menyebut konflik sosial dan politik menyebabkan rakyat telah lelah dan menderita.
Karenanya, Fahri tidak memungkiri kalau rakyat ingin semua pemimpinnya bersatu dalam ikatan kebangsaan, juga butuh pemimpin yang dapat mewujudkan janji dan cita-cita kemerdekaan. “Pemimpin yang tahu tentang apa yang dirasakan dan merasakan apa yang diinginkan. Mereka ingin merdeka dari berbagai penderitaan dan tekanan berbagai dimensi kehidupan,” tegas anggota DPR RI dari dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.
Mukernas KA-KAMMI hadir dalam rangka upaya mewujudkan Indonesia Baru yang lebih Religius, Demokratis dan lebih Makmur. Untuk mewujudkan itu semua Indonesia membutuhkan Pemimpin Baru yang membawa Arah Baru Indonesia. Oleh sebab itu dalam Mukernas KA KAMMI akan membahas dan memutuskan :












