Selain itu, Wapres juga mencermati aliran sungai Batanghari yang dilintasi jembatan gantung pedestrian, yang dahulu begitu jernih, tetapi sekarang terlihat keruh. Wapres mengharapkan sungai tersebut, dikembalikan kejernihannya agar dapat menjadi bagian dari sumber kehidupan masyarakat Jambi. “Saya yakin Bapak-bapak yang sejak kecil ada disini, pasti bisa berenang pada awalnya, dan bisa minum airnya,” ujar.
Sebelumnya Gubernur Provinsi Jambi Hasan Basri Agus melaporkan Menara Gentala memiliki tinggi 32 Meter, sedangkan Jembatan Gentala memiliki dimensi panjang 503 meter dan lebar 4,5 meter, yang bertujuan untuk menghubungkan wilayah Kota Jambi dengan Kota Seberang Jambi dan menghubungkan langsung dengan Menara Gentala Arasy yang berada di Kota Seberang Jambi.
Jembatan pedestrian ini menjadi satu-satunya jembatan yang konstruksinya tidak berbentuk lurus seperti pada umumnya, akan tetapi dibangun dengan bentuk membelok seperti huruf “S”.
Jembatan Pedestrian Gentala Arasy pada masa akan datang diharapkan menjadi landmark Kota Jambi, serta dapat meningkatkan ekonomi kreatif bagi masyarakat sekitar, sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.
Setelah acara berakhir, Wapres berkesempatan meninjau Museum Menara Gentala Arasy dan menyaksikan pemutaran film profil Menara Gentala Arasy dan sekaligus mencoba meniti Jembatan Gantung Pedestrian Arasy tersebut.













