Pada ruas Saleman-Piru, masih dibutuhkan pembangunan sebanyak 9 jembatan, dimana tahun depan akan dibangun 2 jembatan
Pulau Seram yang berada di utara Pulau Ambon merupakan salah satu pulau besar di Maluku dengan luas 18.625 km2. Jalan di pulau ini semula merupakan jalan pemerintah daerah yang kemudian diusulkan kepada Kementerian PUPR untuk menjadi jalan nasional. “Awalnya masih berupa jalan tanah, kita lakukan penanganan karena jalan ini jalur utama mobilitas masyarakat. Penanganannya dilakukan secara bertahap,” ujar Satrio.
Pada tahun 2018, anggaran preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional di Pulau Seram sebesar Rp 269 miliar yang digunakan diantaranya untuk pemeliharaan rutin jalan dan jembatan dan rekonstruksi jalan sepanjang 20 Km.
Jalan Trans Maluku terbagi menjadi beberapa ruas mulai dari Pelabuhan Amahai – Saleman sepanjang (84 Km), Saleman – Waisala (228 Km), Piru – Werinama (339 Km), dan Saleman – Bula (263 Km).
Armin, salah seorang masyarakat pesisir di Wilayah Seram Bagian Barat mengatakan sangat terbantu dengan terbangunnya jalan Trans Maluku. Sekarang ini masyarakat merasakan pembangunan jalan yang lancar. “Jika dulu seluruh ruas jalan ini merupakan jalan tanah dan susah dilewati. Sekarang dengan ada perbaikan, kami merasakan perkembangan dari sisi perekonomian yang semakin lancar,” ucap Armin.













