Permohonan pembangunan jembatan ini disampaikan oleh Mariana Noda Ngara, putri asli Sumba Barat Daya yang dikenal sebagai pejuang kemanusiaan dan penggerak perubahan di daerahnya.
Mariana menyuarakan kebutuhan jembatan yang lebih layak setelah melihat warga kesulitan mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi akibat keterisolasian desa.
Selama ini, warga hanya mengandalkan jembatan darurat dari bambu yang kerap hanyut diterjang banjir saat musim hujan.
Mariana punya pengalaman buruk dengan keterbatasan akses transportasi.
Waktu kecil, Ia pernah hanyut dan ayahnya terlambat mendapat penanganan kesehatan karena kesulitan akses dari desanya menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Ayahnya akhirnya meninggal saat ditandu menyusuri sungai menuju Fasilitas Kesehatan terdekat.
“Jembatan ini bukan hanya soal akses jalan, tetapi tentang menyelamatkan nyawa dan membuka peluang hidup yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Mariana.

Mariana menambahkan bahwa jembatan ini adalah wujud jalinan kasih persaudaraan antarmasyarakat Indonesia.
Keinginan Mariana untuk membangun lebih banyak jembatan di Kabupaten Sumba Barat Daya bersambut saat ia diundang di program Mimpi Jadi Nyata DAAI TV.














