JAKARTA-Pemerintah berencana menginvestasikan anggaran senilai Rp100 triliun untuk pembangunan infrastruktur demi mewujudkan ketahanan air dan penyediaan air bersih untuk seluruh masyarakat.
“Nanti kita hitung, yang pasti memang jumlahnya kalau kita hitung sampai 2024 itu kemungkinan pasti lebih dari Rp100 triliun, untuk sistem penyediaan air minum (SPAM) dan pipa sambungan rumah tangga,” kata kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro di Kantor Wapres Jakarta, Senin, (8/4/2019).
Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan rakor mengenai air bersih yang antara lain dihadiri Bambang Brodjonegoro dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Kantor Wapres, Jakarta.
Penyediaan air minum layak untuk masyarakat melalui SPAM saat ini mencapai 68 persen, sedangkan penyaluran air bersih melalui sambungan pipa rumah tangga baru tercapai 20 persen dari total kebutuhan air bersih masyarakat.
Pembangunan infrastruktur untuk penyediaan air bersih tersebut, lanjut Bambang, akan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 yang saat ini sedang disusun Kementerian PPN atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).














