“Semakin besarnya dana yang diterima bukanlah omset tetapi tugas yang harus dilaksanakan,” jelas Menteri Basuki. SBSN merupakan salah satu bentuk inovasi pembiayaan proyek infrastruktur.
Pada tahun 2018, beberapa infrastruktur yang dibangun dengan dana SBSN dibidang jalan dan jembatan diantaranya Flyover (FO) Simpang Jam di Batam, FO Simpang Bandara Tanjung Api-Api di Sumsel, Jembatan Holtekamp di Papua, Jembatan Samota di NTB, Jalan Akses Pelabuhan Trisakti di Kalsel, dan Jalan Batuaji – Kuaro di Kaltim.
Dibidang Sumber Daya Air, infrastruktur yang dibiayai SBSN 2018 yakni Pengaman Pantai Buol di Sulteng, Embung Kalipang di Kediri, Embung Tanggoromi di Papua Barat, Pengendalian Banjir Sungai di Papua Barat, Penyediaan Air Baku Dempo Tengah dan Penyediaan Air Baku Pampangan di Sumsel.
Usai acara dialog, dilakukan pemberian penghargaan kepada 10 Satuan Kerja Pelaksana Proyek SBSN Terbaik Tahun 2018 dimana dua diantaranya merupakan dua Satker di Kementerian PUPR. Penghargaan diberikan kepada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalimantan Tengah Ditjen Bina Marga dan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Wilayah Sungai Batanghari Provinsi Jambi (Proyek SYC).














