Jahja mengaku, sejauh ini BBCA mencermati dinamika ekonomi dan pasar di dalam negeri, termasuk aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Kami juga berkomitmen mendorong perkembangan pasar modal di Tanah Air,” ucap Jahja.
Maka, lanjut dia, keputusan BBCA melakukan stock split untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA.
“Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri,” ujar Jahja.















