Oleh karena itu, Rachmat mengajak pelaku bisnis sektor lahan dan kehutanan untuk selalu melakukan inovasi bisnis dan melakukan upaya konservasi untuk menjadi terdepan di era kompetisi global.
President Director dari RAPP Tony Wenas, mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya mendukung penurunan emisi pemerintah melalui kegiatan Restorasi Ekosistem Riau (RER) seluas 70,000 ha dan akan ditingkatkan menjadi 150,000 ha.
”Kami juga telah melakukan kajian nilai konservasi tinggi (HCV) sejak 2005 dan telah melakukan perlindungan atas hutan dengan nilai konservasi tinggi seluas 250,000 ha,” kata Tony seraya menyebutkan, upaya ini merupakan implementasi dari komitmen 1 ha tanaman 1 hektar konservasi atau dikenal dengan one to one commitment.
Tony juga menambahkan, pada tahun 2015 ini, RAPP juga menambahkan komitmen kajian High Carbon Stock (HCS) sebagaimana tertuang dalam Kebijakan Pengelolaan Hutan Lestari 2.0.
Utusan Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim Rachmat Witoelar berharap, menjelang perundingan perubahan iklim COP21 bulan Desember nanti, pelaku bisnis dapat mengawal proses penyusunan INDC (Intended Nationally Determined Contributions) karena itu nanti yang akan menjadi komitmen Indonesia pasca 2020.














