“Tadi kami sudah melapor Bapak Presiden, minta pengarahan untuk uji coba dengan kimia. Jadi absorgen oksigen, Kalau bahan kimianya dijatuhkan maka apinya mati. Karena dia menyerap oksigen, berarti apinya ngga ada lagi,” ujarnya.
Penggunaan bahan kimia itu, menurut Siti, bisa dilakukan dengan dukungan TNI melalui pemda.
Namun diakuinya, jika hal ini memang harus diuji coba dulu.
“Kita punya waktu, karena perkiraan El Nino ini akan sampai bulan Oktober, November,” jelas Siti.
Alternatif kedua, lanjut Menteri LHK, kita akan menggunakan media jel atau Jelly Pack, yang akan diuji coba dulu di Taman Nasional Bromo, Tengger, sekitar Malang, Pasuruan.
“Jadi kita harus coba juga,” jelas Siti.
Menurut Menteri LHK, yang paling efektif adalah menggunakan water bombing. Ditimpa pakai air.
Tapi sekarang, lanjut Menteri, kita ingin intensifkan bukan hanya dijatuhkan airnya tapi juga ada energinya.
“Jadi pakai air track. Ditekan. Jadi apinya betul-berul mati,” terangnya.














