JAKARTA-Kementerian Badan Usaha Milik Negara membentuk perusahaan patungan bernama PT Bandha Investasi Indonesia yang akan mengelola dana investasi sejumlah BUMN untuk pembiayaan proyek infrastruktur.
Dalam Penandatanganan Akta Pendirian PT Bandha Investasi Indonesia di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan PT Bandha Investasi Indonesia sebagai perusahaan private investment fund ini akan mengelola BUMN Fund yang dapat menjembatani kebutuhan pendanaan proyek infrastruktur dengan para investor potensial baik dari BUMN maupun perusahaan swasta. “Kami melihat ini adalah potensi besar yang dapat dilakukan BUMN, terutama banyak BUMN perusahaan asuransi, dana pensiun, yang dananya perlu dikelola dengan baik, sehingga perusahaan investasi ini diharapkan punya global standard and reputation,” kata Menteri Rini.
Ada pun PT Bandha Investasi Indonesia ini terbentuk dari delapan BUMN bidang jasa keuangan, yakni PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), PT Danareksa (Persero), PT Asuransi Jasa Raharja (Persero), PT Askrindo (Persero), PT Asuransi Jasindo (Persero), PT Asabri (Persero), Perum Jamkrindo, dan PT Taspen (Persero).
Rini mengaku bangga dengan pembentukan perusahaan yang mengelola BUMN Fund ini mengingat pembangunan infrastruktur harus terus digenjot demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik lagi. Ia menjelaskan salah satu tujuan dari upaya pemerintah membangun infrastruktur yakni guna mengurangi biaya logistik serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.













