Sampai saat ini, jelas SBY, data rekening yang telah ditertibkan sejumlah 46.586. “Setelah dicek, dipelajari, dan dinilai, terdapat 9.294 rekening ditutup. Kemudian saldo diserahkan pada Kas Negara sekitar Rp 8 triliun. Saya ingin ke depan penertiban ini terus dilakukan dan pada saatnya nanti negara kita akan memiliki data sah dan valid mengenai keuangan dan aset negara,” ujar SBY.
Dia menjelaskan, dalam sembilan tahun ini pendapatan negara meningkat secara signifikan sehingga APBN dan APBD juga meningkat dengan pesat. APBN dan APBD pun membesar. Transfer dana dari pusat ke daerah yang dulu kecil, sekarang mencapai lebih dari Rp 600 triliun. “Sehingga perlu pemeriksaan dan pengawasan yang lebih baik, efektif, dan obyektif,” imbuhnya.
Tugas dan tantangan BPK, serta tugas dan tantangan pemerintah semakin besar karena ekonomi kita tumbuh. “Mari pastikan uang negara 1 rupiah pun bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua BPK Hadi Purnomo menjelaskan selama ini sistem informasi dalam melakukan pemeriksaan belum memadai. Setiap instasi atau kementerian dan lembaga memiliki sistem informasi yang memuat data keuangan maupun nonkeuangan masing-masing. “Belum ada link and match,”urainya.













