GRESIK-Industri pengolahan kakao mempunyai peranan penting dalam peningkatan devisa dan peningkatan ekonomi. Konsumsi kakao masyarakat Indonesia saat ini masih relatif rendah dengan rata-rata 0,6 kg/kapita/tahun, jauh lebih rendah dibanding dengan konsumsi negara-negara Eropa yang lebih dari 8 Kg /kapita/tahun. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin saat meresmikan pabrik pengolahan kakao PT. Cargill Indonesia, di Gresik, Jawa Timur, Rabu (10/12).
Sebagaimana diketahui bahwa sektor industri merupakan penggerak utama perekonomian nasional yang perlu terus dikembangkan dalam rangka meningkatkan nilai tambah, pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri, meningkatkan ekspor dan penyerapan tenaga kerja.Untuk itu, Kementerian Perindustrian telah menetapkan industri pengolahan kakao sebagai salah satu industri prioritas untuk dikembangkan melalui program hilirisasi.
Menperin menambahkan untuk pengembangan perkakaoan nasional, pemerintah telah memberikan berbagai fasilitas melalui paket kebijakan. Paket kebijakan itu mencakup pembebasan Bea Masuk atas pengimporan mesin, barang dan bahan. Selain itu, paket kebijakan lainnya adalah bea keluar Biji kakao dalam rangka menjamin pasokan bahan baku biji kakao di dalam negeri.












