Senior Event Manager PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Niekke W. Budiman mengatakan konstruksi beton menyumbang 40 persen bahan bangunan yang digunakan dalam proyek-proyek di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas industry beton pracetak dan prategang nasional menjadi 50 persen hingga 2019. Porsi 50 persen hingga 2019 dalam rangka menciptakan fektifitas, efisiensi dan kualitas dalam penyelenggaraan konstruksi.
Menurut Niekke, Indonesia merupakan salah satu pasar konstruksi yang terus berkembang. “Dan kami melihat teknologi beton seperti pra cetak perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas sehingga teknologi beton terkini dapat dikuasi tenaga ahli konstruksi Indonesia untuk membantu peningakatan kapasitas konstruksi Indonesia sehingga dapat bisa mendukung pembangunan,” ujarnya.
Karena itu, PT UBM Pameran Niaga Indonesia bersama Pamerindo Indonesia kembali menyelenggarakan Concrete Show SEA di Indonesia untuk ke enam kalinya dan Cosntruction Indonesia yang memasuki tahun ke-20nya. Salah satu produk dan teknologi yang akan ditampilkan di pameran ini adalah produk pracetak dan prategang di mana teknologi pracetak dan prategang merupakan salah satu teknologi yang sangat mendukung untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.















