Dia menilai, permintaan beton, khususnya beton pracetak nasional saat ini telah meningkat pesat melebihi kapasitas pasokan, sehingga sudah saatnya kapasitas industry beton pracetak terus ditingkatkan.
Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I), kapasitas produksi beton pracetak nasional tercatat 25,30 juta ton, tahun berikutnya naik menjadi 26,70 juta ton. Bahkan pada tahun 2017 lalu angkanya melonjak menjadi 35 juta ton. Tren ini memperlihatkan bahwa permintaan beton pracetak nasional saat ini juga telah meningkat pesat.
Salah satu penerapan teknologi beton pracetak di Indonesia adalah pada proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).
Proyek LRT saat ini sedang dikembangna di Jakarta, yang bertujuan untuk menciptakan moda transportasi cepat di daerah. LRT Jabodebek menghubungkan seperti Bekasi dan Bogor ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk mengurangi kamcetan lalu lintas.
“Proyek LRT Jabodebek dikembangkan oleh perusahaan Negara PT Adhi KArya Tbk menggunakan teknologi canggih dan berkualitas,” ulasnya.
Pengembangan LRT di wilayah Jabodetabek akan menjadi proyek yang berkembang cepat karena menggunakan teknologi beton pracetak untuk membangun pilar dan girder.















