Beberapa indikator utama mencatatkan pertumbuhan positif pada Januari 2022 lalu, antara lain terlihat dari jumlah kunjungan wisman mencapai sebanyak 143,74 ribu atau naik sebesar 13,62% (yoy), dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang mencapai 42,43% atau naik 12,08 poin (yoy).
Diharapkan pada keseluruhan tahun 2022 ini, sektor pariwisata dapat tumbuh sebesar 4,3% (yoy), meningkat dari realisasi tahun 2021 yang sebesar 4,2% (yoy).
Salah satu faktor pendorong pertumbuhan pada sektor pariwisata dan perdagangan adalah pergeseran preferensi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital saat pandemi.
Di 2021, nilai ekonomi digital Indonesia tercatat sebesar USD70 Miliar dan ini merupakan yang tertinggi di ASEAN.
Jumlah tersebut diperkirakan akan mampu tumbuh hampir 5 kali lipat pada 2030 dengan nilai mencapai USD 330 Miliar.
“Transaksi e-commerce memberi kontribusi terbesar bagi ekonomi digital Indonesia, di mana pada 2021 lalu nilainya mencapai USD53 Miliar. Jumlah ini diprediksi akan meningkat sampai USD104 Miliar pada 2025, dengan level pertumbuhan 18%,” papar Menko Airlangga.
Meskipun terdampak pandemi, pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang tercepat pertumbuhannya dalam beberapa dekade terakhir.











