Untuk itu, Pemerintah telah berkomitmen memperkuat ketahanan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar pemulihan pasca pandemi.
Melalui program PEN 2022, telah diinisiasi sejumlah program, di antaranya alokasi dana sebesar Rp13 triliun untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital di sejumlah destinasi prioritas.
Kemudian, menerapkan kebijakan travel bubble Batam-Bintan-Singapura dan juga Bali untuk mendukung kegiatan KTT G20 dan MotoGP Mandalika.
Selain itu juga dengan memperkuat protokol kesehatan melalui pembentukan Satgas Covid-19 pada setiap destinasi pariwisata yang dalam hal ini industri hospitality wajib memenuhi standar Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).
“Saya juga mengajak semua stakeholders bersama-sama memperkuat kembali kolaborasi lintas sektor, terutama dalam meningkatkan peranan ekonomi digital melalui optimalisasi potensi di sektor perdagangan dan pariwisata. Dengan kolaborasi yang efektif, saya percaya kita akan mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045,” jelas Menko Airlangga.











