JAKARTA-Pemerintah terus mendorong kapal-kapal tradisional menggunakan bahan bakar gas dalam menjaring ikan di laut. Nelayan diperkirakan menghemat sekitar Rp 3 Triliun jika memanfaatkan gas.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menjelaskan, bahan bakar solar yang digunakan nelayan sangat mahal, terutama di Indonesia bagian timur makin sulit. Untuk itu, dia meminta departemen teknis untuk memulai melakukan konversi dari solar ke gas, karena lebih murah dan lebih aman.
Menurutnya, pemerintah perlu mensubsidi converter-nya, sehingga kapal-kapal nelayan tradisional bisa menggunakan gas. “Kalau konversi solar ke gas ini dilakukan, nelayan sendiri secara total diperkirakan akan menghemat Rp2,7-Rp3 triliun. Sementara biaya subsidi converter-nya relatif kecil,” kata Rizal kepada wartawan usai Rapat Terbatas tentang Kebijakan Pembangunan Kelautan, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/6).
Presiden Joko Widodo sendiri mendukung gerakan gasifikasi penggunaan gas untuk kapal-kapal nelayan tradisional. Bahkan pemerintah ingin memanfaatkan sebesar-besarnya sumber daya maritim untuk kepentingan rakyat dan nasional maritim.
Rizal menyebutkan ada tujuh komponen utama kebijakan yang akan dilakukan pemerintah. Pertama, membangun budaya maritime. “Anak-anak muda jarang, banyak yang belum pernah naik kapal, supaya mereka punya pengalaman naik kapal di laut, supaya mereka mulai mencintai laut kembali. Karena negara yang kuat di laut punya pengaruh yang besar di dunia,” ujarnya.













