Pada masa pandemi ini, kombinasi risiko penularan Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah mempengaruhi kinerja UMKM, baik dari sisi penawaran maupun permintaan.
Padahal, lanjut Rudy, dengan jumlah penduduk yang besar serta tingkat kepemilikan smartphone serta penetrasi internet yang tinggi, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar.
Potensi ini secara pararel dapat turut mendorong produktivitas UMKM termasuk di masa pandemi.
Pihaknya menyatakan bahwa beberapa tantangan digitalisasi UMKM di Indonesia adalah rendahnya tingkat literasi digital, literasi keuangan, dan literasi keuangan digital.
Wakil Ketua Umum AFTECH, Budi Gandasoebrata menjelaskan bahwa memasuki ulang tahunnya yang kelima, AFTECH berkomitmen untuk terus mendukung digitalisasi UMKM melalui inovasi dan teknologi layanan keuangan digital, seperti pembayaran digital, pinjaman online, aggregator, innovative credit scoring, perencana keuangan, insurtech, e-KYC, dan pembiayaan proyek (project financing).
Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri digital ini diharapkan dapat mengatasi tantangan tersebut serta mendorong perkembangan ekonomi digital serta kinerja UMKM nasional yang lebih baik.














