Lebih lanjut, Amran menegaskan potensi hilirisasi kelapa ini membuka lapangan pekerjaan baru, sehingga peningkatan kesejahteraan bisa terwujud dengan pemanfaatan hilirisasi sumber daya yang tepat.
“Khusus yang dikuasai pemerintah, sawit dikuasai pemerintah, kita hilirisasi dari TBS, tandan buah segar, menjadi FAME atau biofuel, kemudian menjadi minyak goreng, kemudian menjadi margarin atau mentega. Value added-nya harus ada di Indonesia. Nah kalau ini kita lakukan terus-menerus, membuka lapangan kerja, menekan kemiskinan, kemudian meningkatkan kesejahteraan, kemudian mengurangi pengangguran,” tegasnya.
Dengan hilirisasi, Amran mendorong pengembangan industri dalam negeri, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada komoditas mentah dan memiliki posisi tawar yang kuat di pasar global.
“Inilah mimpi-mimpi besar kita sektor pertanian. Setelah pangan kita amankan, insya Allah tahun ini aman, kemudian kita bergerak ke perkebunan dan hortikultura, nanti bergerak terakhir di peternakan,” pungkasnya.















