JAKARTA-Spekulasi pasar terhadap kemungkinan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, menarik dana stimulusnya atau tapering off membuat perekonomian Indonesia tertekan. Indikatornya terlihat pada kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dollar AS. Namun demikian, masyarakat tidak perlu cemas karena pemerintah terus menggodok sejumlah jurus menangkis tapering-off. “Dari sisi eksternal, saat ini memang ada spekulasi atau kemungkinan bahwa bank sentral Amerika Serikat kemungkinan akan mengeluarkan kebijakan tapering off. Presiden akan merumuskan langkah untuk mengantisipasi kondisi tersebut dengan tepat dan komprehensif,” kata Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Jakarta, Senin (2/12).
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (2/12) masih bertengger di posisi 11.966 per dollar AS. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka naik 12,64 poin. IHSG naik 0,30% menjadi 4.269,08. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,23 poin (0,46%) ke level 708,12.
Pemerintah kata dia, terus memonitor perkembangan nilai tukar Rupiah dan aktivitas regional seiring pelemahan mata uang Rupiah terhadap dollar AS beberapa waktu terakhir.  Langkah yang ditempuh adalah melakukan koordinasi dengan otoritas moneter, pengawas industri keuangan, penjamin simpanan dan Bank Indonesia (BI).















