JAKARTA-Pemerintah mengklaim kemampuan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejumlah Kementerian/Lembaga (K/L) dari awal tahun hingga pertengahan Mei 2015 ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2014 lalu. Peningkatan serapan anggaran ini diharapkan memicu laju pertumbuhan ekonomi terutama pada kuartal kedua tahun ini hingga seterusnya. “Semoga ini nanti bisa memicu pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua dan berikutnya,” kata Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas tentang Pencairan dan Serapan Anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (19/5).
Presiden mengaku sedikit lega karena jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu tingkat serapan anggaran tahun ini sudah lebih besar. “Kalau dibandingkan 2014 sudah di atasnya dan semoga ini nanti bisa memicu pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua dan berikutnya,” katanya.
Jokowi sekaligus berpesan bagi kementerian-kementerian yang masih rendah serapan anggarannya untuk berkonsentrasi melaksanakan program agar anggaran segera terserap optimal hingga mampu memacu pertumbuhan ekonomi. “Dan untuk kementerian-kementerian yang masih kecil serapannya diharapkan betul-betul konsentrasi karena saya rasa satu atau dua yang belum menyelesaikan keadaan ataupun mengisi maka segera diselesaikan sehingga serapan anggaran kita betul-betul bisa dilakukan sehingga memacu ekonomi agar lebih baik lagi,” ujarnya.












