Ego menuturkan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan yang hampir 600 gigawatt itu tidak akan terwujud, bila Indonesia tidak berhasil menyambungkannya dengan teknologi super grid dan smart grid.
Kedua teknologi itu merupakan kunci meningkatkan penetrasi energi baru terbarukan yang menghubungkan listrik di setiap pulau di Indonesia.
Super grid adalah jaringan transmisi area luas yang umumnya lintas benua atau multinasional.
Sedangkan smart grid merupakan inovasi yang memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi, komputer, dan siber untuk dapat melakukan pengendalian dan pengoperasian sistem tenaga listrik dalam menyalurkan tenaga listrik.
“Kami ingin menyambung seluruh koneksi di Kalimantan dan Sulawesi, untuk selanjutnya cita-cita kami adalah di bagian timur Indonesia karena di situ adalah sumber dari EBT,” kata Ego.














