JAKARTA-Guna dapat menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan bersih di masa pandemi Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta semua perusahaan untuk menerapkan governance, risk management and compliance (GRC).
Menurut Airlangga dalam keterangannya yang dilansir di Jakarta, Jumat (8/10), perusahaan yang menerapkan tata kelola dan manajemen risiko secara baik, serta mematuhi regulasi diyakini akan menciptakan dan mempromosikan ekosistem bisnis yang bersih dan sehat di masa pandemi.
Pada acara TOP GRC Awards 2021 yang berlangsung di Jakarta, Menko Perekonomian menyebutkan bahwa saat ini ekonomi global sempat dikejutkan oleh persoalan yang dihadapi rakasasa properti China, Evergrande terkait potensi gagal bayar utang.
Dia mengatakan, masalah tersebut bermula dari ekspansi bisnis dan berutang secara agresif tanpa dibarengi penilaian risiko yang memadai.
“Ini bisa berdampak sistemik dan berdampak global. Berbagai hal seperti itu dapat menjadi pelajaran bagi kita dan mengingatkan bahwa implementasi GRC tentu dapat merespons tantangan dalam kondisi yang berubah,” kata mantan Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) ini.
Di dalam negeri, upaya mengatasi kelemahan tata kelola perusahaan sudah disikapi dengan pembentukan Komite Nasional Kebijakan GCG pada 1999.














