Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menerbitkan peta arah tata kelola perusahaan di 2014 yang berlaku untuk emiten dan perusahaan publik.
“Lalu ada inisiatif untuk mendorong bertumbuhnya tata kelola yang bagus. Contohnya, Indeks Persepsi Tata Kelola dan juga seperti pelaksanaan acara TOP GRC Awards 2021,” imbuh Airlangga.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hosen mengatakan, saat ini fungsi pengawasan OJK juga terkonsentrasi pada penerapan GRC.
“Sekarang pun di OJK, pengawasan kami tidak hanya bertumpu pada kesehatan korporasi. Karena terbukti bahwa korporasi bisa berlangsung secara jangka panjang, adalah yang menerapkan risk management dan compliance,” ujarnya.
Lebih lanjut Airlangga menyampaikan, upaya pemulihan ekonomi nasional sedang berhadapan dengan varian delta dari virus korona, namun kondisi industri manufaktur mulai mengalami perbaikan, pertambahan jumlah pasien Covid-19 juga terus menurun dan kondisi pandemi bisa terkendali.
Perlu diketahui, acara “TOP GRC Awards 2021: The Strategic Role of GRC for Business Continuity in Pandemic Covid-19” diikuti oleh 880 perusahaan nasional dan multinasional, dengan proses penjurian selama kurun 1 Juni-14 September 2021.














